Belajar dengan Tujuan
Posted by belajarlah on September 24, 2010
Hidup dengan waktu. Waktu kronologis senantiasa menyertai sejarah orang beraktivitas. Umumnya orang tidak bisa mengerjakan banyak hal dalam waktu yang bersamaan tanpa menurunkan capaian yang dihasilkan dari masing-masing hal itu.
Meskipun waktu orang terbatas, dimungkinkan untuk mengekalkan esensi dari aktivitas, termasuk aktivitas belajar, dengan cara tertentu. Orang bisa mentransendenkan setiap aktivitasnya dengan formula yang sudah terkenal. Rumusan itu adalah “Innamal a’malu binniyyah”, yang artinya kurang lebih setiap perbuatan itu tergantung niyatnya. Kalau diniyatkan untuk ditransendenkan ke atas, hasilnya akan kekal, tapi kalau diniyatkan semata-mata untuk kepentingan bendawi yang duniawi akan musnah terbakar waktu kronologis.
Tapi apakah ini berlaku untuk setiap perbautan? Tidak. Hanya perbuatan yang esensinya bisa dinaikkan kepada keabadianlah yang bisa dibegitukan. Sementara itu perbuatan yang sifatnya secara default merusak dan hina umumnya tidak bisa dinaikkan. Contoh sederhana, kita tidak bisa menaikkan perbuatan mencuri. Ini karena mencuri esensinya merugikan, dan yang lebih penting, dari sononya sudah ada rambu-rambu yang mengkategorikan mencuri sebagai perbuatan terlarang.
Namun perbuatan yang dalam kategori wenang/mubah, sunnah, dan juga wajib dapat kita transendensikan setinggi-tingginya untuk menuju kepada keabadian.