Nurkhamid

Just another WordPress.com weblog

Grenengan konversi minyak tanah ke gas LPG elpiji tabung gas

Posted by belajarlah on July 12, 2008

Semenjak saya menikah, saya tidak lagi memakai minyak tanah untuk masak air seperti halnya ketika saya belum menikah. Saya memakai tabung gas elpiji ukuran berapaan itu, 15 kilogram, apa 12 kilogram? Dua belas tahun setelah menikah, orang punya ide membuat tabung gas ukuran kecil. Bersamaan dengan itu, atau mungkin di belakang itu, ada ide konversi minyak tanah ke gas. Masyarakat yang sudah terbiasa mengkonsumsi minyak tanah, disuruh untuk berpindah ke tabung gas kecil.

Kalau tidak mau gimana? Orang ya tidak bodoh. Orang lalu memberikan bantuan kompor dan tabung gas kecil itu. Orang lalu memberi jaminan bahwa harga gas elpiji akan stabil. Masyarakat tertarik, masyarakat mulai belajar mengkonsumsi gas LPG. Liquid Petroleum Gas.

Bakalkah harga elpiji LPG tidak naik? Ya, mustahil. Orang rugi donk. Setelah banyak masyarakat terbiasa dan mulai suka dengan mengkonsumsi elpiji, ya… orang mulai berhitung. Orang berbisik ke orang pemerintah agar mengumumkan kenaikan epiji. Dus, orang bakalan untung.

Strategi baru pemasaran adalah: berkedok seakan-akan memberi, sok sial, sok sosial, tapi belakangan kelihatan belangnya …. eee … ekor-ekornya orang yang punya program konversi dari minyak tanah ke tabung gas kecil itu juga tidak mau rugi rupanya. Naik kan harga. Ya, harganya naik kan?

Harganya naik bukan?

Bukankah harganya naik?

Ya, mana ada yang gratis di dunia ini?

Nanti, orang itu bakalan membuat program baru lagi mungkin. Konversi dari tabung gas ke kayu bakar. Setelah itu membuat program lagi konversi dari kayu bakar ke batu bara. Setelah itu ada lagi dari batu bara ke arang. Lalu ada lagi dari arang ke tai kucing (lihat gambar kucing di bawah), tai kuda, lalu terakhir ke tai orang itu sendiri (maksudnya gas kentut (atau biogas) !)…. He… he.. he.. he…. ketahuan belangnya orang.

He, he, he, mana ada sutradara yang mau rugi?

[Awas, posting ini tidak bermutu, dan tidak ilmiah, mohon jangan dirujuk!]

Tai kucing kucing ini

Tai kucing kucing ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: